by

Tentara Turki-GNA Kepung Pusat Pemberontak Di Sirte Libya

Oleh Tengku Zulkifli Usman Analisis Politik Dunia Islam Dan Internasional

Erdogan tidak sama sekali mengendorkan kontrol kuatnya kepada sirte, aljufra dst.

Meskipun di ancam oleh mesir, uae, rusia, prancis dkk. Turki justru terus menambah kekuatan di sekitar sirte.

Meskipun as sisi mesir sudah mendapatkan persetujuan fatwa ulama bayaran plus tandantangan parlemen untuk berperang melawan turki di libya, hitungan saya mesir tetap tidak akan berani masuk libya.

Seperti berulang kali saya pernah sebutkan, pernainan ril di libya hanya Turki dan Rusia. Yang lain hanya mengikuti ritme mereka ini.

Tadi malam, Rusia telah menyetujui proposal turki agar Rusia tidak nekat masuk sirte dengan kekuatan militer. Karena sudah pasti turki akan memerangi Rusia disana.

Akhirnya proposal turki agar rusia menahan diri dan mengutamakan diplomasi di iyakan oleh putin dan menlu lavrov tadi malam.

Putin juga punya hitungan, karena Putin sudah cukup punya pengalaman menghadapi erdogan di Suriah. Sekali bicara, setelah itu tidak ada ampun. Begitu kira2 agitasi erdogan dalam sikapnya di libya.

Record konflik libya mencatat, bahwa kekuatan Haftar tumpuan utama nya hanya pada dukungan Rusia dan tentara bayaran Afrika terutama sudan. Bukan rezim sudan. Rezim sudan justru pro Erdogan.

Pengalaman jatuhnya al watiya airbase dua bulan lalu juga karena waktu itu tentara bayaran Rusia meninggalkan tripoli dan lari ke wilayah bani walid. Jadi setiap wilayah yang ditinggalkan oleh Rusia selalu segera jatuh ke tangan Turki. Begitu ril nya Rusia di Libya.

Kekuatan kekuatan lain tidak terlalu signifikan termasuk mesir, jika ada berita mesir bernyali di libya, itu hanya berita produksi buzzer assisi di medsos untuk menutup muka majikannnya biar tidak malu.

Inilah mengapa Erdogan tidak pernah peduli dan konsen dengan mesir, uae, apalagi saudi di sana. Erdogan hanya fokus berdiskusi dan menekan Rusia saja. Sejauh ini sangat berhasil.

Dua hari lalu, Rusia sebenarnya sudah mengkonsolidasikan kekuatan ke sirte dan aljufra. Semua tentara Rusia dipusatkan disana lengkap dengan dukungan pesawat Mig 29 dan Sukhoi Su24.

Melihat gelagat Rusia begitu, turki bukan ciut tapi justru menambah begitu banyak tentara dan peralatan militer canggih ke sekitar sirte dalam 3hari ini. Temasuk rudal terbaru turki yang bisa menjangkau 200Km sudah siap di sekitar sirte.

Itulah mengapa Rusia sampai saat ini tidak melakukan apa apa di sirte meskipun semua kekuatan Rusia sudah di pusatkan disana sejak pekan kamarin.

Erdogan sampai saat ini masih terus memegang prinsip bahwa semua tanah libya wajib kembali ke GNA dan rakyat libya yang berdaulat. Tidak bisa di negosiasikan.

Tekanan ke Rusia terus dilakukan Turki dengan pertemuan terbaru Menhan turki Akar, Menhan Qatar Khalid al Athiyyah dan Mendagri Libya Fathi Bashaga kemarin malam.

Begitulah sebuah pertarungan yang dipahami Erdogan. Tidak akan ada sebuah kemenangan kecuali dengan keberanian dan kecerdasan dalam berstrategi menghadapi musuh. Apapun baju dan atribut yang mareka pakai. Baik komunis rusia, salibis prancis, jihadis saudi, sampai ke preman preman janjaweed sudan.

(Rilis/Redaksi)

Comment

Kategori Terkait