by

Cuma 126 Miliar

Oleh M.Imron P (Sekum DPW Partai Gelora Indonesia Propinsi Lampung)

Bila disuruh memilih.
Untuk Kota Bandar Lampung, saya termasuk yang “Haqqul Yaqin”, bahwa peningkatan, pengembangan kualitas SDM, kemudian pemberdayaan UMKM, saat ini lebih prioritas dilakukan dibandingkan dengan pembangunan dan pengembangan infrastruktur.

Lho kok ? …
Kita bedah tipis-tipis ya, klo agak panjang, berarti tebal-tebal .

Bila kita perhatikan, infrastruktur di kota ini sudah cukup memadai.
PR besarnya adalah, bagaimana kedepan kesejahteraan masyarakatnya juga bisa jauh lebih baik.

Beberapa pekan lalu sempat kita singgung. Data berbicara ….
Bahwa ketika dilakukan polling sederhana oleh lembaga surveyku.id, sekitar dua bulan menjelang pemilihan Walikota Bandar Lampung.
Saat ditanyakan apa harapan masyarakat terhadap kota ini dimasa yang akan datang.
Ternyata jawaban masyarakat, dua teratas ada pada isu ketersedian lapangan kerja yang luas serta ingin Bandar Lampung aman dan bebas dari kejahatan.

Memang beberapa isu lain, seperti pelayanan publik yang baik, kemudian pemerintahan yang bebas korupsi, ketersedian fasilitas umum dan RTH yang memadai juga menjadi harapan masyarakat.
Tapi bicara skala prioritas. Tentu saja, dalam waktu dekat, permasalahan lapangan kerja atau bahasa kerennya menekan angka pengangguran, serta mewujudkan kota yang aman, menjadi tantangan tersendiri, dan kedepan harus bisa dijawab oleh Walikota & Wakil Walikota yang akan dilantik besok, Jum’at, 26 Maret 2021.

Ada sedikit sumbang saran, untuk beliau berdua, yakni Bunda Eva dan Pak Deddy.

Saran ini merupakan hasil resume dari diskusi kami dengan beberapa penggerak serta anak-anak muda Bandar Lampung.

Di kota ini ada 126 kelurahan yang tersebar dalam 20 Kecamatan.
Dari beberapa informasi yang saya coba googling, sejak tahun 2019 ada dana kelurahan yang turun dari pusat. Dana tersebut langsung ditransfer ke rekening kelurahan atau kecamatan.
Nilainya kurang lebih 370jt per kelurahan.

Untuk anggaran tahun 2020, infonya 126 kelurahan yang ada di Bandar Lampung menerima dana sebesar 366jt.

Adapun acuan penggunaan dana ini merujuk pada
“Permendagri nomer 130 tahun 2018 tentang dana kelurahan. Isi dari permendagri itu dana kelurahan dibagi dalam dua aspek. Pertama dana kelurahan peruntukannya sarana dan prasarana kelurahan dan yang kedua pembangunan pemberdayaan masyarakat,”

Terkait alokasi anggaran tersebut di tahun 2021, saya belum mencari informasi lagi, apakah masih tetap ada, dan berapa nominalnya. Karena memang fokus tulisan ini bukan mengarah ke sana.

Saya hanya ingin mencoba mensinkronkan judul tulisan ini, prolog pada paragraf pertama, serta hasil polling dari surveyku.id dengan satu program yang kedepan harapannya bisa dilakukan oleh Bunda Eva dan Pak Deddy selama memimpin kota ini.

Beberapa teman pernah mengungkapkan idenya.
Bagaimana bila pemerintah kota, tiap tahun bisa mengalokasikan dana tambahan untuk kelurahan sebesar 1 Miliar. Dana ini bersumber dari APBD Kota Bandar Lampung.

Untuk apa alokasi dana tersebut ?
Kami sih berharap, alokasi dana 1 Miliar itu difokuskan untuk program peningkatan kapasitas SDM dan pengembangan UMKM.
Dan mohon maaf, harapannya sasaran program ini hanya untuk dua segmen.
Millenial dan Ibu-ibu pelaku usaha.

Teknis kuncuran dana inipun, harapannya bukan bebentuk “cash money”, tapi dalam bentuk program pelatihan dan bantuan tempat, alat maupun bahan baku usaha.

Saya dan beberapa teman pernah berhitung sederhana.
Jadi nantinya, 40 % dari anggaran 1 Miliar tersebut akan difokuskan untuk program penguatan SDM.
Dari mulai sekolah pemberdayaan, sekolah bisnis, dll.
Goalnya adalah, terbentuk tim penggerak di tiap kelurahan yang berisi anak-anak muda, ibu-ibu dan tokoh masyarakat lokal.

Tim inilah kedepan yang akan bersinergi dengan pihak kelurahan, untuk melakukan gerakan bersama dalam menggali, membangun dan mengembangkan segala potensi yang ada di kelurahannya.
Dan tentu saja tujuan jangka panjangnya, masyarakat yang ada di kelurahan tersebut lebih berdaya dan sejahtera.

Nah, alokasi dana yang 60% bisa digunakan untuk mensupport yang bersifat fisik.
Seperti pembangunan tempat usaha, bantuan alat dan bahan baku, serta perangkat lain yang menunjang kegiatan UMKM yang ada di kelurahan tersebut.

Wah, bila progam ini tiap tahun bisa berjalan, saya optimis kedepan dua isu tentang ketersediaan lapangan kerja serta terwujudnya kota yang aman bisa diselesaikan oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Besar ga sih 126 Miliar per tahun ?
Klo menurut saya sih, dengan dampak yang akan dihasilkan, nilai segitu amatlah kecil.

Untuk membangun beberapa fly over dan under pas, yang katanya bisa memperlancar arus lalu lintas saja, bisa dianggarkan.
Nah, sudah barang tentu, satu program yang goalnya bisa memperlancar dan mengembangkan jalan pikiran masyarakat untuk maju serta lebih berdaya, harusnya juga bisa di alokasikan.

Klo kata temen, cuma 126 Miliar kok.
Itu setara dengan 2 s.d 3 fly over.

Bee tee wee

Selamat dan sukses untuk Bunda Eva dan Pak Deddy, yang besok akan dilantik menjadi Walikota & Wakil Walikota Bandar Lampung 2021 – 2026

Semoga diberikan kesehatan, kekuatan dalam mengemban amanah serta menabung jariyah.

Comment

Kategori Terkait